Mengenal lapisan kulit

Sebelum membahas lebih jauh pembahasan seputar fakta science mengenai produk kosmetik, alangkah baiknya kita mengetahui mengenai anatomi struktur kulit & rambut mereka terlebih dahulu. Karena sulit rasanya, kita dapat memilih dan menentukan menggunakan suatu produk perawatan atau kosmetik untuk binatang peliharaan kita namun kita tidak memiliki pengetahuan lebih tentang fisiologis dan anatomi, bagaimana mungkin kita bisa mengetahui apa kebutuhan dasar untuk kebaikan mereka, jangan sampai akibat ketidaktahuan dan keegoisan kita yang ingin segera mereka terlihat cantik secara instant namun malas belajar dan bertanya, pelit untuk merogoh kocek dan memilih produk asal-asalan, asal murah, asal cepat, asal sesuai hasrat ego kita sebagai owpet nya dan ironinya lagi sebagian dari kita mau merogoh kocek secara dalam namun hasil yang di dapat berdampak buruk, kita hanya korban iming-iming produsen,tanpa di sadari justru kita sudah merusak fungsi alamiah fisiologi tubuh mereka.

Pernyataan tersebut bukan sekadar isapan jempol belaka. data selama 12 tahun pada rentang antara 2004 hingga 2016 yang dihimpun oleh Kansas State University berkata pada The Wall Street Journal ” Mereka mengungkapkan bahwa produk shampoo kosmetik yang ada di pasaran menyimpan bahaya tersembunyi yang bisa membahayakan kulit dan rambut hewan peliharaan khususnya anjing & kucing yang jauh memiliki tingkat sensitivitas. Pada konteks manusia pun,dalam rentang tahun tersebut, FDA telah menerima sebanyak 5.144 komplain karena pemakaian produk shampo tersebut. Komplain itu diajukan terkait pemakaian produk tersebut yang menimbulkan masalah kesehatan pada penggunanya. Secara rata-rata, ada sekitar 396 komplain yang diajukan setiap tahunnya. Perlu dicatat, angka itu hanya komplain yang ada di Amerika.

Tak menutup kemungkinan kalau angka jauh lebih besar bisa ditemukan kalau ada penelusuran lebih lanjut di berbagai negara. Seorang ahli kesehatan kulit bernaa Dr. Joseph Mercola mengungkapkan betapa berbahayanya pemakaian bahan kimia dalam produk shampo. Bahkan, dia mengatakan pemakaian bahan kimia pada produk perawatan tubuh (kulit & rambut), jauh lebih berbahaya dibandingkan dengan bahan kimia yang ada pada produk makanan.

Dia beralasan, ketika ada bahan kimia yang masuk ke mulut, enzim di air ludah (saliva), perut akan membantu mengeluarkan zat tersebut dari tubuh dan melalui sekresi keringat. Hal berbeda ketika ada produk berbahan kimia yang secara langsung bersinggungan dengan kulit & rambut,zat kimia tersebut akan secara langsung diserap ke dalam aliran darah dan menjadi lebih sulit untuk dikeluarkan atau menempel menjadi tumpukan residu bertahun-tahun,kita juga tahu kucing & anjing tidak memiliki kelenjar keringat.

You may also like