The Science of Skin Health and Beautiful Hair

Mengenal Kulit
Kulit terdiri atas tiga lapisan dan setiap lapisannya memiliki fungsi yang berbeda. Ketika fungsi ketiga lapisan tersebut bekerja dengan baik maka kondisi kulit akan terjaga dengan baik pula.
1. Lapisan Epidermis
Epidermis adalah lapisan terluar kulit yang menyelimuti permukaan tubuh, yang terus-menerus mengalami pergantian sel. Walaupun lapisan epidermis merupakan lapisan paling tipis, tetapi fungsinya sangatlah penting.
Epidermis melindungi tubuh dari lingkungan yang keras.
Pada lapisan epidermis tidak terdapat pembuluh darah, sehingga kiriman nutrisi sangatlah bergantung pada kiriman darah dari lapisan dermis. Juga tidak terdapat serabut-serabut syaraf pada lapisan ini, namun banyak terdapat sel-sel langerhans yang berfungsi sebagai sel pertahanan dan perlawanan kulit terhadap berbagai mikroorganisme yang dapat menyebabkan infeksi pada kulit.
☆ Lapisan Sel Basal
Lapisan sel basal terletak di bagian paling bawah dari lapisan epidermis, disusun oleh sel basal aktif yang terus-menerus membelah diri dan membuat sel-sel kulit baru untuk menggantikan bagian sel yang tua/rusak.
Proses pembelahan sel atau mitosis, aktif terjadi pada jam 17.00 – 08.00 pagi. Itulah kenapa kami menganjurkan aktivitas grooming sebaiknya dilakukan pada waktu tersebut, agar proses metabolisme kulit berjalan dengan lancar.
Terjadinya peremajaan sel secara terus menerus dengan baik, secara klinis, dapat dipicu dengan Natrium Lauril Sulfat dan beberapa nutrisi aktif dari dalam tubuh.
Sebaliknya, ada beberapa kandungan yang dapat mengganggu proses ini, kandungan tersebut bersifat racun atau intoleran bagi binatang terutama spesies felidae kucing yang umumnya tidak berpori.
Diantaranya adalah produk-produk yang berbasis deterjen seperti SLS yang memberikan efek busa dan efek menghaluskan, SLES, paraben, produk dengan kandungan seng yang umum ada pada produk shampo manusia sebagai anti ketombe, kortikoid, flusinolon asetonida dll.
* silakan amati bahan kosmetik anda, apakah mengandung bahan-bahan seperti di atas?
Pada lapisan ini juga terdapat melanocyt, sel yang memproduksi melanin sebagai pembentuk warna pada kulit dan rambut, berfungsi untuk melindungi DNA di inti sel kulit agar tidak bermutasi.
Mutasi DNA di inti sel kulit yang disebabkan oleh paparan radiasi sinar matahari dan penggunaan produk yang memiliki kandungan intoleran dapat mengakibatkan terjadinya kerusakan sel. Gejalanya dapat terlihat dari rambut yang cepat kusam dan berbagai gangguan pada kulit dan rambut lainnya.
☆ Lapisan prickle-cell layer
Adalah lapisan di atas sel basal yang tersusun dari sel keratinosit yang bertugas mengisi sel-sel dengan protein keratin yang bersifat bahan keras.
Lapisan keratin ini tidak semua dapat ditembus oleh kandungan-kandungan yang ada dalam produk perawatan kulit dan rambut. Itu sebabnya banyak produk kosmetik, pada umumnya tidak mampu bekerja bahkan pada permukaan kulit sekalipun. Hanya produk dengan senyawa protein keratin berpartikel nano yang dapat melewati lapisan ini.
☆ Stratum Granulosum
Sel pada lapisan ini merupakan sel mati dan tidak dapat membelah diri, tersusun dari sel-sel yang sudah berisi protein yang mengeras. Banyak terdapat filaggrin yang merupakan bahan penghubung sel keratin dengan bagian luar sel yang bertugas untuk memberikan nutrisi pada sel keratin.
Kekurangan filaggrin dapat menyebabkan kulit kering, bersisik dan mengelupas secara terus menerus. Umumnya kita menemukan dan mengenal ini sebagai ketombe atau jerawat kucing.
Sedikit saja mengalami gangguan, karena lapisan ini terletak jauh dari aliran darah, dan selain dari efek samping penggunaan obat-obatan, maka sel kulit pada lapisan ini dapat mati sebelum waktunya. Gejala ini akan terlihat dari kondisi kulit dan rambut yang kusam, tidak sehat dan rontok.
☆ Stratum Lucidum
Adalah lapisan tebal yang mengandung banyak zat eleidin (lapisan mengeras) seperti pada telapak kaki, berfungsi sebagai pelindung.
☆ lapisan horny
Biasa dikenal sebagai lapisan tanduk, tersusun dari 15-20 lapisan sel dan terdapat lemak yang berfungsi sebagai perekat antar sel.
Selain untuk menjaga kestabilan lapisan tanduk, lemak antar sel juga berguna untuk menjaga kelembaban, mencegah kulit dari kekeringan dan dehidrasi akibat panas matahari, menjaga elastisitas kulit serta sebagai lapisan yang menyaring berbagai mikroorganisme, toksin, bahan-bahan kimia intoleran atau zat alergen yang dapat merusak.
Penggunaan alkohol dan eter pada produk shampoo kucing dan anjing serta penggunaan shampoo dengan busa banyak mempunyai andil yang besar dalam merusak sel-sel lemak pada lapisan ini.
Lapisan ini memiliki mekanisme pertahanan yang kuat. Hal ini menjelaskan kenapa individu-individu yang menggunakan kandungan produk-produk berbahaya masih mampu bertahan dari kontaminasi dan kerusakan. Walaupun sebenarnya itu semua hanya masalah waktu saja.
2. Lapisan Dermis
Lapisan dermis memiliki ketebalan 4 kali lipat dibandingkan dengan lapisan epidermis. Lapisan ini merupakan lapisan penguat dan pemberi elastisitas pada kulit.
☆ Serat elastin dan kolagen
Kolagen merupakan komponen utama jaringan tubuh serta tulang dan sendi. Kolagen ini merupakan protein yang paling berlimpah di dalam tubuh. Bahan utama pembentuk kolagen adalah sulfur (sumber produk pangan dari laut), karena itu protein dengan kualitas kolagen terbaik adalah bersumber dari ikan laut.
Kolagen bekerja sama dengan serat elastin memberikan kekenyalan pada kulit, membuat kulit menjadi kuat, utuh serta dapat merenggang dengan baik.
Serat elastin dan kolagen itu sendiri akan berkurang produksinya seiring dengan pertambahan usia kucing.
Saat menjelang usia 3-4 tahun, rambut kucing akan mulai mengalami kekusaman, kondisi kulit menjadi lebih kering, jaringan lemak di bawah kulit pun mulai berkurang dan kulit juga akan mulai kehilangan elastisitasnya.
Bisa dibayangkan jika kondisi ini ditambahkan dengan penggunaan produk degrease yang keras yang membersihkan lapisan minyak secara berlebih, maka akibatnya kulit akan menjadi gatal, PH kulit menjadi tidak seimbang, rusak dan hancur dll.
☆ Pembuluh darah pada lapisan dermis kaya dengan nutrisi-nutrisi yang sangat diperlukan oleh kulit dan rambut, baik itu vitamin, oksigen ataupun zat-zat penting lainnya.
☆ Folikel rambut
Merupakan tempat pangkal/kelenjar tumbuhnya rambut dan tempat terjadinya proses sekresi minyak/ sebum.
☆ Kelenjar sebaceous
Kelenjar sebaceous menghasilkan minyak/sebum, zat semacam lilin yang dikeluarkan melalui folikel rambut, bertujuan untuk melumasi permukaan kulit dan rambut agar tidak kering.
Paparan langsung sinar matahari, baik itu hanya sebentar ataupun lama, dapat meningkatkan sekresi minyak/sebum ini dan mengakibatkan terjadinya  penumpukan yang lebih cepat. Untuk membantu pemecahan sebum/minyak yang menumpuk ini, kami menganjurkan penggunaan air hangat pada awal proses grooming. Air hangat ini akan membantu melarutkan minyak/sebum secara alami dan aman.
Individu dengan jenis kulit berminyak seperti maine coon, mempunyai kelenjar sebasea yang lebih aktif memproduksi minyak. Apabila lapisan kulitnya tertutup oleh kotoran, debu atau kosmetik, maka dapat menyebabkan sumbatan kelenjar sehingga terjadi pembengkakan dan berbagai masalah kulit seperti jamur atau demodex.
 ☆ Syaraf nyeri dan Reseptor sentuh
Dengan syaraf dan reseptor tersebut, individu menjadi peka, dapat merasakan sentuhan, panas, dingin juga nyeri/sakit.
Dibandingkan dengan manusia, syaraf-syaraf ini pada kucing jauh lebih peka dan sensitif adanya. Kucing tidak menyukai mandi, karena pada dasarnya proses grooming ini termasuk aktivitas yang menyakitkan bagi kucing.
3. Lapisan Subcutis
Subcutis merupakan lapisan dibawah dermis yang tersusun dari sel kolagen dan lapisan lemak tebal. Lemak tebal ini dapat menjadi cadangan energi untuk tubuh dan berfungsi sebagai penahan panas dalam tubuh agar individu dapat beradaptasi dengan perubahan temperatur lingkungan seperti perubahan cuaca. Lapisan subcutis ini juga menyimpan cadangan nutrisi bagi kulit.
Mengenal Rambut
Rambut merupakan ciri karakteristik yang dimiliki oleh semua mamalia dan menutupi seluruh tubuhnya. Rambut ini tersusun dari protein keratin.
Fungsi rambut pada kucing dan anjing adalah sebagai organ sensori dan sebagai alat untuk menjaga suhu tubuh agar tetap stabil.
Semua folikel rambut kucing dilengkapi dengan reseptor sensori yang sangat peka terhadap sentuhan.
Bagian rambut yang lebih bervolume berfungsi melindungi tengkorak dan tulang wajah. Alis berfungsi melindungi mata dari air dan debu. Bulu pada ekor berfungsi sebagai penyeimbang gerak tubuh, sedangkan rambut pada bagian perut dan ujung telinga menjadi modal signalnya sebagai predator.
Rambut pada mamalia seperti kucing dan anjing umumnya di klasifikasikan menjadi 3 tipe: long hair, semi long hair dan short hair. Short hair mempunyai rambut yang lebih tebal dan kasar sedangkan semi long hair dan long hair mempunyai rambut yang tipis dan lebih halus.
☆ Untuk mendapatkan hasil yang baik, berikut adalah cara untuk membersihkan kulit dan rambut ketika melakukan grooming, pijatlah secara menyeluruh. Pijatan ini dapat menyingkirkan kulit mati dan mengangkat minyak di kulit dan rambut secara merata. Pijatan juga dapat memperlancar sirkulasi darah serta memberi asupan nutrisi pada kulit dan rambut secara maksimal.
☆ Rambut akan tumbuh dengan baik pada kulit yang sehat.
Dengan menjaga kesehatan kulit maka secara tidak langsung kita juga telah menjaga kesehatan rambut secara umum. Salah satu upaya yang bisa kita lakukan dalam menjaga kesehatan kulit dan rambut hewan peliharaan kita adalah dengan pemberian pakan dan nutrisi yang seimbang. Penyakit-penyakit yang menyerang kulit pastinya juga akan mempengaruhi pertumbuhan rambut.
☆ Penyebab kerontokan rambut
1. Baru sembuh dari penyakit kronis
2. Masa hormonal
3. Perubahan tingkat kejiwaan (stress)
4. Menggunakan obat kimia yang kontra produktif dengan pertumbuhan rambut
5. Menggunakan produk kosmetik yang tidak semestinya
6. Peredaran darah di kepala kurang lancar, sehingga kulit kepala kurang sehat
7. Masa laktasi
☆ Mengenal penyebab kerusakan dan cara mengatasinya
Akibat kurangnya pengetahuan mengenai bagaimana perawatan yang tepat, sering kali kita salah dalam memilih dan menggunakan suatu produk. Keadaan seperti itu baru kita sadari setelah terjadi kerusakan pada kulit dan rambut hewan kesayangan kita.
Untuk mengembalikan rambut pada kondisi yang sehat setelah mengalami kerusakan, kita bukan saja harus memahami cara terbaik untuk memperbaikinya, tetapi juga harus memahami penyebab dari masalah tersebut.
Rambut kering, kusam dan kasar adalah suatu kondisi dimana kulit mengalami kekurangan pelembab, protein dan minyak alaminya. Keadaan tersebut bisa disebabkan oleh adanya residu dan penyumbatan kelenjar. Grooming yang terlalu sering juga dapat menyebabkan rambut kering dan kasar, apalagi jika shampoo yang digunakan untuk grooming itu mengandung deterjen atau produk degrease yang mengangkat semua kelenjar minyak dan lemak yang ada pada kulit dan rambut.
Apabila hal ini terjadi, untuk memperbaikinya, kita bisa melakukan perawatan dengan menggunakan shampo yang berbasis nutrisi aktif dan telah terhydrolisis.
Setiap kandungan dalam shampo tersebut akan bekerja untuk memperbaiki dan menjaga kondisi kulit dan rambut seperti sebelum terjadi kerusakan.
Mungkin diperlukan waktu dan beberapa kali penggunaan agar kondisi kulit dan rambut tersebut kembali normal dan seimbang.
Untuk hewan yang memiliki masalah sekresi minyak berlebih, agar tidak terjadi kerusakan pada kulit dan rambutnya, hindari penggunaan produk berbasis minyak/basewax yang umumnya bersumber dari lemak hewan. Hewan dengan kondisi minyak berlebih ini membutuhkan shampo yang mengandung protein tinggi, diiringi dengan perawatan secara khusus untuk mengembalikan kelembaban kulit dan rambutnya yang tidak seimbang.
Berikut adalah cara untuk memperbaikinya:
Larutkan 1 sendok makan garam dan skim milk dan gunakan sebagai wave-set, lakukan ini setelah proses pembersihan dengan shampo lalu bilas kembali.
Meskipun masalah pada kulit dan rambut bisa diperbaiki, pencegahan adalah cara yang terbaik.
Berikut ini adalah beberapa tips untuk mendapatkan  rambut dengan kondisi baik.
☆ Perhatikan pola makan hewan dengan pola diet yang seimbang.
Kami percaya bahwa grooming yang baik itu tidak hanya berhubungan dengan bagaimana hasil penggunaan produk perawatan luar saja tetapi erat kaitannya juga dengan pola pemberian pakan dan nutrisi yang benar.
Pakan memegang peranan penting dalam perkembangan dan pertumbuhan serta dalam mempertahankan kulit dan rambut yang normal.
Banyak yang menyatakan bahwa setelah pemberian pakan lengkap dengan diet seimbang dan ditambah dengan vitamin dan mineral, itu akan meningkatkan kualitas kulit dan rambut hewan peliharaan.
Namun, banyak nutrisionis yang justru menyatakan bahwa pada hewan yang telah diberi pakan lengkap dan berimbang, tidak perlu lagi diberi sumber pakan pelengkap atau suplemen.
Harus diingat bahwa nutrisi pelengkap, khususnya vitamin yang larut dalam lemak apabila diberikan berlebihan itu dapat menyebabkan intoksikasi atau keracunan atau justru bisa menyebabkan kondisi yang tidak seimbang.
• Kulit adalah salah satu organ yang mempunyai metabolisme yang sangat aktif. Kekurangan pada salah satu sumber nutrisinya, akan menyebabkan kondisi abnormal pada kulit dan rambut seperti keratinisasi, perubahan lemak epidermal dan sebaseus, kulit kering, kulit bersisik, rambut kasar dll.
• Protein dan asam amino esensial penting adanya untuk pertumbuhan dan perkembangan rambut dan kulit. Defisiensi protein dan kalori akan menyebabkan rambut mudah patah, kering, kasar serta diameter rambut menjadi mengecil. Hal ini terjadi karena protein dan kalori yang terbatas itu digunakan untuk hal-hal yang lebih vital bagi tubuh.
• Lemak adalah sumber energi yang penting, asam lemak tak jenuh digunakan untuk memproduksi membran sel dan prostagladin.
• Selain protein, lemak dan sumber energi, kucing dan anjing juga membutuhkan vitamin, baik yang larut dalam lemak maupun larut dalam air untuk menjaga pertumbuhan kulitnya.
Vitamin B kompleks dibutuhkan dalam metabolisme protein, karbohidrat dan lemak. Kucing dan anjing yang kekurangan vitamin B kompleks akan mengalami kulit bersisik dan kebotakan.
Vitamin A penting untuk mengatur metabolisme epitel dan jaringan tulang serta berperan dalam produksi pigmen visual. Kucing tidak dapat mengkorversi vitamin A dari tumbuhan seperti wortel menjadi vitamin A (retinol), oleh karena itu kucing membutuhkan vitamin A retinol dalam dietnya. Kekurangan vitamin A dapat menyebabkan kulit mengalami keratinisasi (hiperkeratosis) pada epidermis dan mukosa serta kulit yang mudah mengalami infeksi.
Namun demikian, kelebihan vitamin A juga dapat menimbulkan gejala yang mirip dengan kekurangan vitamin A. Adapun gejala-gejala lainnya adalah malaise, rasa tidak nyaman pada perut, nausea, muntah, ikhterus dan skeletal hiperostosis. Gejala yang terakhir ini biasanya berkaitan dengan sistem lokomosi, kucing tidak bisa menggerakkan lehernya atau mengalami paresis atau paralisis pada keempat kakinya. Hipervitaminosis A ini biasanya terjadi pada kucing yang diberi pakan hati (liver).
Kebutuhan kucing dan anjing akan vitamin D tidak cukup berasal dari sinar matahari saja sebagaimana yang diketahui oleh khalayak umum, sehingga tambahan Vitamin D ini sangat diperlukan. Vitamin D bisa didapatkan dari smoot biotin dengan bantuan  asam pantotenat. Gejala kekurangan vitamin D adalah ricket dan abnormalitas erupsi gigi. Hal ini terjadi karena ketidaknormalan metabolisme kalsium dan fosfor.
Vitamin E dan selenium melindungi membran sel dari kerusakan akibat radikal bebas. Defisiensi vitamin E akan menimbulkan gejala dermatologi seperti kekurangan asam lemak.
• Pastikan kulit dan rambut hewan peliharaan memiliki kadar asam yang cukup. Karena pada dasarnya kulit dan rambut kucing dan anjing cenderung mempunyai PH asam. Kulit yang memiliki reaksi alkalin, akan terasa gatal. Rasa gatal pada permukaan kulit itu merupakan cara tubuh untuk memberitahukan adanya kekurangan kadar asam.
☆ Jangan lakukan grooming pada hewan yang sedang mengalami masalah dermatitis seperti jamur, scabies dll.
Kalaupun terpaksa, maka bisa dilakukan dengan cara sebagai berikut: Basahi rambutnya, lalu keringkan. Dalam keadaan setengah kering, oleskan secara merata campuran antara mayonnaise (bahan dasar putih telur) dan satu sendok makan protein kolagen yang telah dihidrolisasi, bisa juga ditambahkan sedikit konditioner, biarkan selama 5-15 menit. Kemudian cuci dengan sedikit shampoo Nutrious, bilas dengan air, spray dengan cairan ACV (sari buah apel), bilas kembali dengan air lalu keringkan.
Perawatan ini cocok untuk penyakit kulit dan untuk kulit dan rambut yang kering.
☆ Jangan sering melakukan grooming.
Hasil penelitian mengungkapkan bahwa air menurunkan kekuatan rambut. Penelitian yang sama juga dilakukan oleh Cornell University, mereka mengemukakan bahwa dalam penggunaan shampo kosmetik telah terjadi penghilangan nutrisi dari rambut, nutrisi-nutrisi tersebut diantaranya adalah kalsium, fosfor, zat besi dan nitrogen.
Inilah yang menjadi alasan kami tidak menganjurkan melakukan grooming pada hewan yang sedang mengalami masalah penyakit kulit, selain itu seperti kita ketahui penyakit kulit pada umumnya bersifat menular. Hal tersebut justru akan memperburuk keadaannya, secara klinis cara seperti itu tidak dibenarkan.
☆ Hindari penggunaan produk yang mengandung pewarna dan pengawet yang berbahaya.
Bahan pewarna pada produk shampo berada pada tingkat teratas dari daftar kosmetik yang paling berbahaya dan intoleran.
Beberapa produk komersil menjanjikan untuk menajamkan coat atau memutihkan rambut jenis putih secara instan, produk tersebut tersedia dalam bentuk cairan atau krim. Meskipun belum tentu semuanya buruk, namun kandungan tersebut menempel dan menumpuk sedikit demi sedikit di dalam tubuh. Pada umumnya efek samping tidak akan terlihat langsung hingga tingkat akumulasi timah di dalam tubuh mencapai level tinggi. Banyaknya penggunaan produk seperti ini karena kurangnya pengetahuan dan rendahnya kesadaran mengenai kesehatan hewan peliharaan.
☆ Hindari produk perawatan yang memiliki kandungan alkohol.
Secara empiris alkohol terbukti memiliki daya merusak jaringan kulit dan rambut. Pada umumnya alkohol terdapat pada shampo karena bahan bakunya murah.
☆ Pastikan kualitas lingkungan kucing dan anjing terjaga dengan baik.
☆ Hindari pemilihan produk yang tidak jelas asal-usulnya.
Baca isi kandungan produk tersebut, dengan begitu kita bisa tahu produk mana yang sedang kita butuhkan. Carilah informasi yang lengkap, kami sarankan produk berbasis cosmeceutic bukan berbasis bahan kosmetik.
☆ Pastikan kebutuhan air minumnya, juga kebutuhan akan mineralnya.
Mineral penting buat tubuh. Mineral adalah nutrisi inorganik esensial. Mineral bukan hanya berasal dari air minum saja tetapi dapat diperoleh dari berbagai bahan baku dalam makanan. Untuk kucing sumber makanan hewani adalah sumber yang paling cocok untuk digunakan.
Mineral dengan ketersediaan tinggi (kalsium, fosfor, potassium, sodium, magnesium) dikenal sebagai makro elemen dan mineral yang tersedia dalam jumlah sangat sedikit namun sangat penting untuk menjaga fungsi tubuh (misal: iron, zinc, manganese, copper, iodine, selenium). Masing-masing mineral terlibat dalam fungsi yang berbeda-beda.
Kucing akan membutuhkan zink yang lebih banyak apabila kucing hanya mengkonsumsi protein bersumber nabati seperti komersial dryfood karena pada dasarnya kucing adalah karnivora sejati. Untuk anjing, mineral spesifik yang diperlukan adalah zat besi, tembaga, iodium dan zink.
Kekurangan zink akan menyebabkan pertumbuhan dan perkembangan terhambat, menurunnya penggunaan protein, meningkatnya resiko infeksi, melambatnya proses penyembuhan luka serta penyakit kulit lainnya.
Anjing yang mengalami defisiensi zink menunjukkan gejala kulit bersisik, krusta eritematosa di sekitar mata, hidung, telinga dan bagian-bagian tubuh yang menonjol. Telapak kaki sangat keras (hiperkeratosis) sehingga bila berjalan di lantai yang keras akan berbunyi.
Defisiensi zink pada kucing akan menyebabkan alopecia, kulit menebal dan bersisik. Gejala tersebut sering disalahartikan dengan demodecosis. Kekurangan zink dapat juga dapat diakibatkan oleh pemberian kalsium yang berlebihan. Asupan kalsium yang tinggi akan menghalangi absorbsi zink, karena kedua zat ini saling berkompetisi saat absorbsi.
☆ blow drying dan flat Iron.
Pemanasan rambut seperti aktivitas blow-drying juga berpengaruh pada kerusakan yang ada pada rambut. Pemanasan tersebut berdampak pada perubahan ikatan rambut secara temporeri. Ketika perubahan temporari itu dilakukan secara terus-menerus bisa berakibat pada kerusakan permanen.
☆ Over-brushing.
Terlalu sering menyikat rambut juga bisa menjadi aktivitas yang berujung pada kerusakan permanen, terutama pada rambut yang memiliki tekstur lebih tipis dan mudah patah seperti pada jenis long hair.
☆Penggunaan bahan-bahan alami sebagai cara merawat rambut adalah metode yang tepat.
Ada beberapa manfaat yang bisa diperoleh ketika kita menggunakan shampo berbahan alami, antara lain adalah:
• Shampo natural kaya akan nutrisi alami
• Shampo natural bebas dari parfum serta busa sintetis
• Shampo natural cocok untuk segala jenis rambut
• Aman terhadap lingkungan
Berikut adalah 5 jenis bahan kimia berbahaya yang perlu kita waspadai ketika memilih sebuah produk perawatan kulit dan rambut, yaitu:
☆ Sodium Lauryl Sulfate (SLS)
SLS merupakan jenis bahan kimia deterjen dan surfaktan (limbahnya dapat mencemari lingkungan). Karena mudah diperoleh dan murah, SLS banyak ditemukan pada produk shampo, krim cukur, pasta gigi dan produk pencuci lainnya. Pemakaian SLS ini sangat berbahaya, American college of toxicology menyatakan bahwa SLS mudah diserap dan menempel pada kulit, selanjutnya akan masuk ke dalam sistem sirkulasi tubuh setidaknya selama 5 hari. Residu dari bahan kimia ini kemudian mengendap di beberapa organ tubuh seperti otak, paru-paru, hati dan jantung. SLS ini juga dapat membuat kulit menjadi kering dan memicu kerontokan pada rambut.
☆ Sodium Laureth Sulfate (SLES)
SLES memiliki dampak yang hampir mirip dengan SLS. Keduanya sama-sama dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata. Terlebih lagi, ada isu yang lebih berbahaya jika bahan kimia jenis SLES masuk ke dalam tubuh. SLES ini biasa dibarengi dengan kontaminasi 1,4-dioxane, bahan kimia yang dikenal sebagai zat karsinogen.
Perlu diketahui untuk hewan, SLS dan SLES sudah menjadi hal mutlak yang bersifat intoleran.
☆ Paraben
Paraben merupakan jenis bahan kimia yang dipakai sebagai pengawet pada shampo atau produk-produk perawatan kulit dan rambut. Kita dapat mengenali berbagai jenis paraben yang biasa digunakan, seperti methylparaben, propylparaben serta butylparaben.
Penggunaann paraben ini dapat memberikan dampak seperti: mempercepat penuaan kulit, menggangu fungsi sistem endrokrin pada tubuh serta dapat mempengaruhi kesehatan sistem reproduksi terutama pada pria.
☆Fragrance
Penggunaan fragrance atau parfum pada produk-produk perawatan kulit dan rambut  bisa mengakibatkan dampak yang berbahaya bagi tubuh. Bahan kimia ini dapat menimbulkan keracunan pada liver, kerusakan pada sistem penciuman tubuh, alergi dan bahkan kanker.
☆ Polyethylene Glycol (PEG)
Bahan kimia ini berguna untuk memberi tekstur creamy pada produk shampo. Perlu diwaspadai karena bahan ini memiliki kandungan 1,4-dioxane yang dikenal sebagai zat karsinogen. Para peneliti dari berbagai negara pun kerap menghubungkan bahan kimia ini dengan penyakit kanker.

You may also like